Hinterland

Kampung itu Hinterland, harus diyakini

0
199

Hampir semua pemberitaan di media : TV, Media Online, Media Sosial ramai membicarakan COVID19 yang penyebarannya hampir keseluruh dunia, dampak yang terjadi tidak hanya pada orang yang terpapar atau positif Corona saja, anjuran pencegahan penularan mulai dari sering cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, menjaga jarak dengan orang lain dan berdiam diri dirumah saja, menimbulkan efek gejala sosial baru.

14 Hari dirumah saja nampaknya tidak berpengaruh terhadap penyebaran Corona, berasal dari Wuhan yang jauh disana Corona dengan cepatnya memasuki teritori Kampung, Kampung-kampung mulai melakukan berbagai cara untuk mengamankan warganya dari penyebaran ini, anjuran hingga instruksipun mulai dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa PDTT salah satunya tentang Penggunaan Dana Desa di perioritaskan untuk menjaga-jaga dan mencegah penyebaran Corona (Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 yaitu tentang desa tanggap Corona dan penegasan padat karya tunai desa).

Pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Corona ini mulai berdampak juga pada tersendatnya rantai distribusi perpindahan orang dan barang, isu tentang Karantina Wilayah mulai terlihat di Kampung-kampung, ada Kampung yang mulai memberlakukan penutupan pintu masuk ke Perkampungan, Kampung-kampung mulai inisiatif melakukan penyemprotan disinfektan dipintu masuk Kampung, sekilas ini adalah hal yang wajar karena kampung akan berusaha melindungi warganya.

Sampai kapan situasi ini akan berlangsung ?, Daerah perkotaan akan mulai membatasi diri masuknya orang dan barang, Kampung akan fokus menjaga Kampungnya dan seperti kita ketahui bahwa seluruh sumber daya yang dibutuhkan oleh orang di perkotaan adanya di Kampung, dari sayuran, lauk-pauk, beras asalnya dari Kampung, Kampung akan kesulitan mendistibusikan ke kota, begitu juga barang-barang yang dibutuhkan orang Kampung yang berasal dari Kota. semua membatasi diri dan akhirnya menjadi lokal. Kampung akan menjadi lokal Kampung, Kota menjadi lokal kota, integrasi dan koneksifitas tersendat.

Masing-masing akan mengisolasi diri dalam beberapa waktu yang akan datang (semoga tidak lama), apakah Kampung akan kesulitan menghadapi situasi anomali seperti ini ?

sumber photo : Desa Kadilangu

Hinterland : Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota) Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan. Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota. Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia red : wikipedia

Jika mengacu pada pengertian Hinterland ini, keyakinan akan kemampuan Kampung bertahan menghadapi situasi anomali seperti saat ini, sepertinya wajib untuk diyakini bahwa Kampung-kampung di Indonesia sejatinya Kampung Jagoan. [Photo Cover: BisnisUKM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here