Amerika Kewalahan CORONA, Gimana di Kampung

Amerika saja Kewalahan bisa dibayangkan Bagaimana jika terjadi di Kampung ? Perlunya Kesadaran dan Gerakan bersama Warga Kampung dalam memutus, mencegah penyebaran virus corona, jangan sampai Corona Masuk Desa.

0
326
https://coronavirus.jhu.edu/

Ditengah maraknya wabah Corona yang melanda Negara China yang jauh disana, kini virusnya meyebar hampir keseluruh Negara di Dunia, salah satunya Indonesia dan jumlah penyebarannya yang terus meningkat (situasi terkini corona lihat data penyenbaran disini). Kebijakan pemerintah untuk #dirumahaja dan bekerja dirumah selama 14 hari (Kantor, Sekolah, Kampus) disiarkan langsung lewat akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Minggu (15/3/2020) sepertinya belum berdampak signifikan, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran akan bahaya Virus Corona ini. Kebijakan Pusat ini juga diikuti oleh Pemerintah Tingkat Propinsi dan Kabupaten, akan tetapi tetap saja masih terjadi peningkatan penularan di masyarakat, Penularan terjadi paling cepat di Kota-kota besar, Klik lihat data berikut :

  1. Jakarta
  2. Jawa Barat
  3. Bali
  4. Jawa Timur
  5. Jawa Tengah
  6. Banten
  7. Data Lengkap Seluruh Provinsi

Kebijakan, anjuran pemerintah #dirumahaja diperpanjang lagi, perpanjangan ini tampaknya memicu orang bukan untuk #dirumahaja, waktu tersebut ada yang digunakan untuk pergi pulang ke kampungnya. ini akan menimbulkan efek dan dampak baru di Kampung, “Lihat saja sekelas Negara Amerika, negara yang paling maju dan modern, dengan segala kelebihannya, memiliki Dokter dan Tenaga Medis yang banyak, memiliki Rumah Sakit dan alat kesehatan yang banyak, memiliki uang banyak, justru saat ini Amerika adalah Negara Nomor Satu dengan jumlah terbanyak orang yang terpapar Virus Corona. Amerika saja Kewalahan bisa dibayangkan Bagaimana jika terjadi di Kampung ?

Sebagai Warga Kampung, hal yang paling memungkinkan dapat dilakukan dalam rangka memutuskan rantai penyebaran virus corona adalah : Menghimbau sesering mungkin warganya untuk menjaga kebersihan diri, rumah dan kampung, menyampaikan kepada keluarganya yang berada di kota untuk sementara menahan diri untuk tidak pulang Kampung, bagi yang sudah terlanjur pulang kampung, sebaiknya segera melaporkan diri akan kepulangannya kepada RT atau Kepala Kampung setempat serta berupaya untuk menahan diri selama 14 hari #dirumahaja untuk tidak melakukan aktifitas berkunjung atau mengunjungi saudara lainnya.

Kampung sangat terbatas akan Tenaga Medis, Klinik Kesehatan, Puskesmas belum lagi jarak yang jauh dari Rumah Sakit yang menjadi Rujukan Corona oleh karenanya ini harus menjadi Kesadaran dan Gerakan bersama Warga Kampung dalam memutus, mencegah penyebaran virus corona, jangan sampai Corona Masuk Desa.

Ditengah merebaknya wabah corona ini bukan berarti kita mengehentikan seluruh aktifitas pekerjaan yang bersifat fisik seperti ke sawah, ke kebun, jualan di pasar, semua aktifitas tersebut tetap bisa dilakukan hanya tetap waspada dengan cara : Menjaga Jarak 1-2 M dengan orang lain, tidak berkerumunan, cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun di air yang mengalir, dan sebagai bentuk waspada ada baiknya menggunakan masker penutup mulut tetapi ini sebenarnya dianjurkan bagi yang kurang sehat agar ketika batuk tidak percikan/droplet air liur tidak mengenai orang disekitarnya.

sumber gambar : https://www.facebook.com/lies.tiyo

Efek dari wabah virus corona ini memicu berbagai isu ditengah masyarakat, salah satu yang sangat terlihat adalah : langkanya masker penutup mulut, karena banyak masyarakat yang mencari masker dan langka, ini mendorong kepedulian dan kretifitas beberapa warga Kampung yang berada disekitar sentra kain perca tergabung dalam IKM (Industri Kerajinan Masyarakat) Kecamatan Banyumas, Kec. Sukoharjo dan Kec. Adiluih Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung, warga disana membuat masker dalam skala yang cukup banyak untuk kebutuhan warga akan Masker penutup mulut. [dv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here